Magnetnews.id-bungo. puluhan tenaga outsoursing yang bertugas sebagai petugas kebersihan berkeluh kesah akan nasib mereka saat ini dikarenakan gaji mereka saat ini hanya Rp.1.308.000 dengan jam kerja dua belas jam tanpa upah lembur dan tanpa adanya BPJS kesehatan maupun BPJS tenaga kerja
Para petugas kebersihan tersebut merintih nasib mereka ke Disnakertrans , DPRD Bungo bahkan hingga menemui Bupati Bungo Dedi putra . Namun hingga redaksi menulis, kepastian akan nasib mereka masih di ujung tanduk
Di meja mediasi yang cukup alot, diketahui bahwa Dana BLUD yang berasal untuk pembayaran ke pihak outsoursing hanya Rp.1,722.000 dan dengan beberapa pemotongan maka sisa gaji mereka hanya Rp.1.308.000
Direktur RSUD H.Hanafie Safarudin Matondang secara gamblang menyebut bahwa dana terkena efesiensi dan RSUD tidak surplus sehingga tak sanggup menaikkan upah para tenaga kerja
Hal ini sangat berbeda dengan para dokter spesialis dan umum yang diberikan insentif cukup menarik dengan nominal cukup fantastis
Sementara itu Bupati Bungo Dedi putra saat bertatap muka dengan para petugas kebersihan terpancar raut wajah iba akan nasib para petugas kebersihan dan berjanji permasalahan ini akan segera dibenahi walau harus sedikit bersabar untuk mencari solusi terbaik “percayakan Samo Ngan, insya Alloh Sayo akan berikan solusi terbaik buat kamu” ujarnya dihadapan semua para tenaga kebersihan (7/4/2026)

Dengan nafas sedikit lega, para petugas kebersihan kembali mau bekerja besok hari dengan memegang janji bupati Bungo akan nasib nya.
Akankan nasib mereka memiliki kejelasan? Semoga saja janji bupati bisa memihak kepada mereka dengan hati dan fikiran yang jernih
Penulis:Bgl





