Magnetnews.com- Bungo Misi kemanusiaan donor darah yang seharusnya menjadi bentuk kepedulian sosial, kini diduga justru dimanfaatkan sebagai ladang bisnis oleh RSUD H.Hanafie Kabupaten Bungo.
Darah hasil donor sukarela yang disalurkan melalui Rumah Sakit H. Hanafie Bungo, menurut pengakuan pegiat sosial kemanusiaan, masih dikenakan biaya kepada pasien. Besaran biaya tersebut berkisar antara tiga ratus enam puluh ribu rupiah bagi pasien BPJS, hingga empat ratus lima puluh ribu rupiah bagi pasien umum.
Hal ini menuai sorotan dari Ade Gestaviansa, pegiat sosial kemanusiaan donor darah di Kabupaten Bungo. Ia menilai, praktik tersebut bertentangan dengan semangat kemanusiaan yang selama ini dijalankan para relawan donor darah.
Menurut Ade, para pendonor secara sukarela menyumbangkan darah tanpa mengharapkan imbalan, demi membantu sesama yang membutuhkan. Namun ketika darah tersebut sampai ke pasien dan dikenakan biaya cukup tinggi, hal itu menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Ade berharap, pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka terkait biaya pengelolaan darah, serta memastikan bahwa misi kemanusiaan donor darah tidak berubah menjadi beban ekonomi bagi pasien yang sedang membutuhkan pertolongan.

Hingga berita ini disiarkan, pihak Rumah Sakit H. Hanafie Bungo telah bertemu namun belum ada solusi terkait masalah ini





